Now Hiring: Are you a driven and motivated 1st Line IT Support Engineer?

Selamat Datang!

Selamat Datang!

Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata IPB adalah sebuah bagian integral dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) yang bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan aspek penting dari konservasi sumber daya hutan dan ekowisata. Di lingkungan kampus ini, fokus utama adalah pada pelestarian dan pengelolaan berkelanjutan sumber daya hutan yang meliputi flora, fauna, dan ekosistemnya, serta pemanfaatan ekowisata sebagai salah satu cara untuk memahami dan menghargai kekayaan alam.

Departemen ini menawarkan pengetahuan mendalam dan beragam fasilitas yang mendukung kegiatan penelitian, pembelajaran, dan pengabdian masyarakat dalam rangka mengoptimalkan potensi sumber daya hutan dan lingkungan secara berkelanjutan. Melalui kurikulum yang inovatif dan interdisipliner, mahasiswa diberdayakan untuk memahami kompleksitas ekosistem hutan dan bagaimana menjaga keberlangsungannya.

Web kampus Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata IPB memberikan akses informasi yang mudah dipahami dan menarik mengenai program studi, kegiatan penelitian terkini, proyek-proyek konservasi dan keberlanjutan, serta peluang partisipasi dalam kegiatan ekowisata. Dengan menggabungkan pendekatan akademis dan praktis, Departemen ini berupaya menciptakan para profesional masa depan yang berkomitmen untuk menjaga keanekaragaman hayati, mengelola sumber daya hutan secara bijaksana, dan menyediakan alternatif ekowisata yang berkelanjutan.

Selain itu, web kampus ini juga berfungsi sebagai wadah informasi bagi masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih banyak tentang konservasi hutan dan ekowisata serta berpartisipasi dalam upaya pelestarian alam. Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata IPB terus berusaha menjadi pusat unggulan dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan ekowisata yang bertanggung jawab.

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia : Tanam Pohon untuk Turunkan Emisi

Bogor. Juni 2024 . Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan melakukan aksi tanam pohon bersama di areal Taman Hutan Kampus IPB Dramaga (9/6/2024). Tema pada kegiatan penanaman kali ini adalah “tanam pohon untuk turunkan emisi”, melalui tema tersebut diharapkan peserta kegiatan penanaman telah berkontribusi dalam upaya menurunkan emisi terutamadi lingkungan kampus IPB Dramaga. Kegiatan ini dihadiri dan diikuti oleh civitas akademik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Dosen dan staff pegawai dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Dept. Manajemen Hutan, Dept. Hasil Hutan, Dept. Silvikultur; BEM Fahutan IPB, Himpro Mahasiswa (HIMAKOVA- Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, FMSC – Forest management Student Club, Himasiltan-Himpunan Mahasiswa Hasil Hutan, TGC-Tree Grower Community), dan Agrianita Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, dan siswa taman kanak-kanak dan Sekolah Dasar , serta SLTA sekitar Kampus IPB Darmaga. Di samping itu juga dihadiri Mitra Fahutan IPB yang mendukung pengelolaan Arboretum Taman Hutan Kampus, yaitu : PT United Tractors Tbk dan Yayasan Karya Bhakti United Tractors. Calon Mitra dari PT. Astra Daihatsu Motor juga hadir dalam upaya menjajagi peluang kerjasama dengan Fahuran IPB dalam Program Peduli Lingkungan. Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Prof.Dr.Ir. Naresworo Nugroho, MS) berharap kegiatan tanam pohon merupakan budaya yang melekat pada setiap Sarja Kehutanan dan Rimbawan, serta pentingnya menanam pohon dan merawatnya untuk menyerap emisi dan meningkatkan nilai jasa lingkungan komunitas pohon untuk konservasi keanekaragaman hayati dan pendidikan lingkungan. Ditambahkan juga oleh beliau bahwa aksi menanam ini seharusnya tidak hanya dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup saja, namun harus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu dukungan bukan hanya dari mitra namun kesadaran dari civitas akademik dalam bentuk moral sangat diperlukan. Dr. Ir. Nyoto Santoso, MS selaku Ketua Tim Pengelola Arboretum Taman Hutan Kampus berharap kepada semua Civitas akademika dan Mitra untuk terus meningkatkan Kehati di lingkungan Kampus IPB Darmaga, dan juga berbuat nyata dengan menanam pohon pada lahan kritis dan meningkatkan kualitas habitat bagi kehati untuk meningkatkan serapan semisi Gas Rumah Kaca dan memberikan nilai manfaat bagi masyarakat. Keseluruhan peserta yang hadir adalah 160 orang dengan menanam sebanyak 300 bibit tanaman hutan dari jenis pohon khaya (Khaya anthotheca), mahoni (Swietenia mahagoni) dan meranti (Shorea sp). Nara Sumber : Dr. Nyoto Santoso, MS dan Sutopo, S.Hut, M.Si.   =========================

Kolaborasi Multi Pihak dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka 2023: KSHE Gelar Sharing Session Pelaksanaan Transformasi Pembelajaran Kolaboratif

Bogor, 25 November 2023. Kurikulum 2020 Program Studi Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (PS KSHE) mengakomdir pembelajaran bagi mahasiswa untuk dapat mengambil minimal 20 SKS di luar kampus melalui program Collaborative Learning Transformation on Wildlife Management and Ecosystem Services di instansi mitra, melalui skema pendanaan Program Kompetisi Kampus Merdeka tahun 2023. Mahasiswa melaksanakan Praktik Lapang Konservasi Alam dan magang Berkelompok di lokasi mitra sejak bulan Agustus-Oktober 2023. Praktik Lapang Konservasi Alam (PLKA) menjadi bentuk kesatuan antara Praktik Pengelolaan Hidupan Liar (KSH 1404) dan Praktik Pengelolaan Kawasan Konservasi, Jasa Lingkungan, dan Ekowisata (KSH 1405). Sedangkan Magang Berkelompok (IPB303) merupakan pengayaan dan perluasan kompetensi mahasiswa untuk mendapat experience learning di dunia usaha-dunia industri. Acara sharing session bertema ‘Pembelajaran Kolaboratif Pengelolaan Satwa Liar dan Jasa Lingkungan Hutan’ ini diselenggarakan di Auditorium Andi Hakim Nasution IPB pada Sabtu (25/11/2023). Dipandu oleh Duta IPB Batch IX Kaffah Fahrial dan Duta IPB Batch VIII Hafiza Rizki Nurbaiti. Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Dr Nyoto Santoso, MS menyampaikan laporan dan selayang pandang PKKM Program Studi KSHE 2023 yang melibatkan Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak serta 18 instansi mitra magang. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Prof. Dr. Ir. Naresworo Nugroho, MS. Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB mendukung penuh implementasi Kurikulum Merdeka PS KSHE agar terus ditingkatkan. Sharing Session ini terdiri dari diseminasi hasil kegiatan Praktik Lapang Konservasi Alam (PLKA) yang serta pemutaran video dokumentasi kegiatan magang berkelompok mahasiswa. Dr. Ir. Rachmad Hermawan, MSc.F.Trop memoderatori sesi share learning yang terdiri dari presentasi oleh perwakilan mahasiswa PLKA dari tiga Taman Nasional yang mencakup Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), dan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Topik dan hasil data yang berkaitan erat dengan pembelajaran KSHE seperti potensi satwa liar, tumbuhan, simpanan karbon, potensi wisata, jasa lingkungan, dan jasa lingkungan air menjadi sorotan utama dalam presentasi hasil PLKA. Ketua Departemen KSHE turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat pada kegiatan ini dalam upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dan implementasi ilmu perkuliahan di masa mendatang. “Rangkaian acara ini menjadi capaian dari kinerja dan proses yang dikemas dalam Kampus Merdeka. Dari awal sampai akhir saya pikir ini kerja yang komprehensif dan bagus, terkait kekurangan yang ada juga bisa kita lengkapi bersama. Untuk mahasiswa semoga bisa jadi wadah peningkatan kompetensi yang bermanfaat bagi masa depan” Ujarnya. Pihak DKSHE juga berterima kasih kepada mitra PLKA, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) serta mitra magang PT Santamonica Indonesia, PT Fontis Aquam Vivam, Yayasan Puter Indonesia, Bumi Paseban Alami, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia, PT CNN  Bogor Treetop Zipline Adventure, KLHK Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi, Direktorat Bina Pengelolaan Pemulihan Esensial, PT Palawi Risorsis, BBKSDA Jawa Barat TWA Pangandaran, Little Fireface Project, PT Equality Indonesia, PT Alam Bukit Tigapuluh, Aksioma Amerta Bumi, PT Star Energy Geothermal Salak, dan WCS-IP Lampung.(SH/@W) Penulis : Dr. Syafitri Hidayati, S.Hut, M.Si.

PKKM : Smart and Precision of Forest Ecotourism dan Hack the Biodiversity: Elevating Indonesia Ecotourism through Technology

Praktik dilaksanakan pada lokasi yang memiliki aspek sesuai materi yang direncanakan. Taman Nasional merupakan lokasi yang tepat dengan pertimbangan memiliki aspek yang lengkap meliputi perencanaaan dan pengelolaan kawasan konservasi, konservasi tumbuhan, pengelolaan satwaliar, pengelolaan jasa lingkungan, rekreasi alam dan ekowisata. Praktik dilaksanakan dengan prinsip kolaboratif dan komprehensif, bahwa praktik dilakukan secara bersama dengan mempertimbangkan berbagai keperluan data dan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen Taman Nasional, sehingga memberikan kontribusi dalam updating maupun penambahan data dan informasi secara komprehensif yaitu secara lengkap meliputi aspek perencanaan dan pengelolaan pada berbagai aspek. Metoda praktik yang digunakan dalam PLKA diarahkan pada metoda yang tepat, mudah dan efisien serta mampu mendapatkan informasi dan data peubah/variabel maupun parameter yang diperlukan dari materi PLKA di lapang. Praktik ini akan mengadopsi dan mengadaptasikan pendekatan smart and precision (cerdas dan tepat) yaitu dengan menerapkan advanced technology dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisis data untuk memberikan solusi atau hasil yang lebih baik, serta ketepatan dalam pengambilan data dan informasi serta solusi permasalahan berdasarkan kaidah ilmiah. Setiap kelompok mahasiswa peserta PLKA diwajibkan untuk mengikuti kompetisi pembangunan basis data dan informasi yang di dapat selama praktik di lapangan, kegiatan ini didukung oleh GIS aplication base bekerjasama dengan ESRI technology dengan tema “Hack the Biodiversity: Elevating Indonesia Ecotourism through Technology”. Smart and Precision of Forest Ecotourism merupakan tema praktik lapang 2023 ini yang diikuti oleh mahasiswa semester 7 sebanyak 113 orang mahasiswa, yang dibagi beberapa kelompok dengan jumlah 5-6 orang mahasiswa per kelompok. Lokasi praktik terbagi menjadi 3 lokasi di Taman Nasional antara lain Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) yang diikuti oleh 36 orang terbagi menjadi 7 kelompok mahasiswa, 4 kelompok dilokasi Resort Selabintana serta 3 kelompok diresort Bodogol. Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) 42 orang mahasiswa terbagi menjadi 7 kelompok mahasiswa, 3 kelompok di resort Cikaniki serta 4 kelompok di resort Loji. Jumlah mahasiswa yang ditempakn di lokasi Taman Nasional Ujung Kulon sejumlah 35 orang mahasiswa terbagi menjadi 7 kelompok, 2 kelompok di resort Cibunar SPTN2, 3 kelompok di resort Tamanjaya SPTN2, serta 2 kelompok di resort Karang Ranjang SPTN2. Waktu pemberangkatan mahasiswa ke 2 lokasi praktik, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak telah dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2023. Sedangkan waktu pemberangkatan ke lokasi Taman Nasional Ujung Kulon telah dilaksanakan pada 31 Agustus 2023.(@W) Sumber : Panduan PelaksanaanPLKA 2023

Competition : GREENHACK CHALLENGE– Biodiversity & Ecotourism App Hackathon

“Hack the Biodiversity: Elevating Indonesia Ecotourism through Technology” Indonesia, which is rich in biodiversity, is an important pillar in global nature conservation efforts. However, to ensure the continuity of this unique ecosystem, innovative technology-based steps are needed. The use of advanced technology in the management of natural resources can produce multiple positive impacts. Appropriate technological support can help identify natural patterns, monitor environmental changes in real-time, and forecast potential environmental risks. Through the integration of technology in conservation and ecotourism practices, Indonesia can experience a boom in a sustainable economic sector. The use of drones, smart sensors, advanced data analysis and online monitoring platforms are some examples of technologies that can drive the growth of ecotourism. Thus, smart and technology-based management will boost the attractiveness of Indonesia’s natural tourism, while ensuring that this precious heritage is preserved for future generations.(akw/@w). General Terms

Aktivitas

Profile KSHE

Field Trip

MENGENAL DIVISI TERTUA DALAM PENGELOLAAN SATWALIAR

SMART AND PRECISION OF FOREST ECOTOURISM