Institut Pertanian Bogor (IPB) Sebagai Kampus Biodiversitas Pertama di Indonesia

Institut Pertanian Bogor (IPB) Sebagai Kampus Biodiversitas Pertama di Indonesia

Bogor—23 April 2016. Kampus dalam pengertian fisik adalah suatu spaceatau ruang yang luas yang digunakan sebagai tempat belajar. Mengacu pada definisi tersebut kampus diharapkan menjadi Science Centre yang mampu memberi tempat yang nyaman sebagai tempat belajar. Selain sebagai tempat belajar, kampus IPB Darmaga merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah Bogor sehingga kampus IPB Darmaga juga digunakan sebagai habitat bagi aneka ragam jenis satwaliar. Kampus IPB Darmaga dengan luas wilayah 267 Ha memiliki beranekaragam jenis satwa liar yang tersebar hampir di seluruh wilayah kampus, menurut catatan dari Himakova (Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata) diantaranya terdapat 22 jenis mamalia, 88 jenis burung, 38 jenis reptil, 12 jenis amphibi, 75 jenis kupu-kupu, serta potensi biodiversitas lainnya seperti ikan, serangga dan lain sebagainya.

KampusBiodiversity-1

FOTO: Pemberian Buku Panduan Lapang oleh Ketua Umum Himakova kepada Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. pada Jum’at (22/4) dalam acara Launching Green Movement dan Deklarasi Kampus Biodiversitas

IPB sebagai suatu institusi yang saat ini sedang menggalakkan program Green Campus tentunya tidak menginginkan area yang telah dianugerahi sumber daya alam yang melimpah ini mengalami degradasi dan kerusakan. Praktik pengelolaan sumber daya alam harus benar-benar dilakukan secara bijak, hati-hati, tidak eksploitatif dan harus dapat memberikan keadilan sosial dan lingkungan secara terus menerus. IPB memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan lestari sesuai dengan nilai dan etika yang dianut IPB “Menjunjung tinggi nilai-nilai universal kemanusiaan, pemeliharaan keserasian, dan keberlanjutan kehidupan di muka bumi”.

KampusBiodiversity-2

Bersamaan dengan peringatan Hari Bumi 22 April 2016, IPB mendeklarasikan diri sebagai Kampus Biodiversitas setelah mencanangkannya pada tahun 2011. Pendeklarasian ini dilakukan oleh Civitas Akademika IPB sebagai wujud komitmen Civitas Akademika dalam menjaga kelestarian biodiversitas di kampus IPB Darmaga. Pendeklarasian Kampus IPB Darmaga sebagai Kampus Biodiversitas ini harapannya akan menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan pembangunan secara bijaksana dan berkelanjutan di Kampus IPB Darmaga.

Kampus Biodiversitas merupakan inisiasi dari Himakova untuk melestarikan, melindungi dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan yang menjadi modal dasar pembangunan untuk kesejahteraan bersama baik Civitas Akademika maupun masyarakat sekitarnya. Pendeklarasian Kampus IPB Darmaga sebagai Kampus Biodiversitas ini akan menjadikan Kampus IPB Darmaga sebagai Kampus Biodiversitas pertama di Indonesia. Harapannya hal ini juga menjadi trend setter untuk pengembangan kampus hijau kedepannya, sehingga kampus hijau tidak hanya nyaman untuk ditinggali oleh manusia namun juga berfungsi secara ekologis minimal sebagai habitat bagi satwa liar.

Bentuk dari perwujudan Kampus IPB Darmaga sebagai Kampus Biodiversitas, Himakova bersama dengan beberapa organisasi mahasiswa telah menyusun rencana strategis kampus biodiversitas 2015-2019 sebagai dasar pengimplementasian pengelolaan biodiversitas di kampus IPB Darmaga. Himakova juga sampai saat ini telah mendokumentasikan hasil monitoring biodiversitas kampus dalam buku panduan lapang mamalia kampus IPB Darmaga, buku panduan lapang burung kampus IPB Darmaga, dan buku panduan lapang reptile dan amphibi kampus IPB Darmaga serta pada tahun ini Himakova akan melakukan launching buku biodiversitas kampus IPB Darmaga.

Dengan dideklarasikannya IPB sebagai Kampus Biodiversitas, maka Civitas Akademika IPB berkomitmen untuk:

  1. Menjadikan Kampus Biodiversitas IPB sebagai tempat pembelajaran anak bangsa untuk mengamalkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
  2. Menjadikan biodiversitas sebagai bagian penting dari kehidupan manusia dan alam semesta yang harus dikelola, dilestarikan secara holistik, cermat dan penuh kehati-hatian.
  3. Senantiasa membangun kampus berasaskan konservasi biodiversitas sebagai bagian integral dari tujuan pembangunan.
  4. Senantiasa mengedepankan penguasaan secara ilmiah, kearifan lokal budaya dan kelestarian biodiversitas di dalam kampus dan lingkungan sekitarnya.
  5. Senantiasa peduli atas setiap bentuk kerusakan dan peningkatan kelestarian biodiversitas di dalam kampus dan lingkungan sekitarnya.
  6. Senantiasa proaktif menyebarkan citra dan teladan kampus biodiversitas dalam kiprah pembangunan di luar kampus.

Menurut Satrio Suryadi Nugraho (Ketua Umum Himakova), “Deklarasi IPB sebagai Kampus Biodiversitas ini adalah momentum bagi kita bersama untuk selalu melestarikan, menjaga, dan mengelola sumber daya alam yang telah dianugerahkan oleh Tuhan secara bijak dan berkelanjutan sehingga sumberdaya alam yang ada di kampus ini senantiasa terpelihara untuk kehidupan kita pada saat ini maupun generasi yang akan datang”. (repost/@wiro_69).

Salam Lestari! Salam Konservasi!

Sumber: Muhamad Fahmi Mafruchi (Biro Sosial Lingkungan Himakova)