Peringati Hari Konservasi Alam Nasional, Departemen KSHE melepasliarkan Burung Lokal di Kampus IPB University
Darmaga, 10 Agustus 2026 — Sebanyak 310 ekor burung dari lima jenis dilepasliarkan di kawasan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional pada hari Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di depan Gedung Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) dan dipimpin langsung oleh Ketua Departemen KSHE, Dr. Ir. Nyoto Santoso, M.S.
Pelepasan burung dimulai sekitar pukul 08.20 WIB dan berlangsung hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap konservasi satwa liar serta mendorong kesadaran pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem.
Sebanyak 310 ekor dengan lima jenis burung dilepasliarkan dalam kegiatan tersebut, yakni 20 ekor burung tekukur (Spilopelia chinensis), 40 ekor burung merbah cerukcuk/trucukan (Pycnonotus goiavier), 20 ekor burung pleci/kacamata (Zosterops.), 80 ekor burung perkutut (Geopelia striata), dan 150 ekor burung pipit/emprit (Lonchura).
Kegiatan pelepasliaran ini sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa keberadaan burung memiliki peran penting dalam ekosistem. Burung tidak hanya menjadi bagian dari keanekaragaman hayati, tetapi juga memiliki fungsi ekologis, antara lain dalam penyebaran biji, pengendalian populasi serangga, serta menjadi salah satu indikator kondisi lingkungan.
Ketua Departemen KSHE Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Dr. Ir. Nyoto Santoso, M.S, yang memimpin kegiatan tersebut, menekankan pentingnya membangun kepedulian bersama terhadap keberadaan satwa liar dan habitatnya.
Menurut beliau, kegiatan konservasi tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga atau institusi tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Lingkungan kampus dapat menjadi salah satu ruang untuk menumbuhkan kesadaran tersebut, sekaligus memberikan contoh nyata mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
Pelepasan ratusan burung tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar. Diharapkan kegiatan ini tidak berhenti pada kegiatan pelepasliaran semata, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan satwa liar dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut juga memperkuat peran perguruan tinggi, khususnya bidang kehutanan dan konservasi, dalam memberikan edukasi serta mendorong praktik nyata pelestarian keanekaragaman hayati.(NS/MSH/@W)
Sumber: Departemen KSHE – Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University
Sustainable development goals:
SDGs-15; SDGs-16
Category :
Learning Program; Community Engagement