CommunityEngagementNewsPartnership_GovernmentSciencePolicyInterfaceSlider Content

8th Fahutan Talk Series : Pandangan Kritis Kampus terhadap Spesies Dilindungi

Bogor, 14 Oktober 2020. Dalam rangka menyambut Ulang Tahun ke 39, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB mengadakan kegiatan Fahutan Talk ke-8 secara daring sebagai rangkaian dari Fahutan Talk Series. Fahutan Talk ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2020 pukul 08.30 – 12.35 WIB dengan mengusung tajuk “Pandangan Kritis Kampus terhadap Spesies Dilindungi”. Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Dr. Ir. Nyoto Santoso, MS, hadir sebagai moderator diskusi yang diikuti tidak kurang dari 200 orang peserta daring dari berbagai lembaga, baik Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi maupun LSM.

Dalam kegiatan ini hadir drh. Indra Exploitasia, M.Si selaku keynote speaker sekaligus wakil pemangku kebijakan dari unsur lembaga pemerintahan (Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI) dengan materi yaitu “Kebijakan dan Strategi KLHK dalam Pelestarian Keanekaragaman Hayati”. Selain itu juga hadir tiga narasumber (pemateri) antara lain : Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, DEA (Divisi Ekologi dan Manajemen Satwaliar) Departemen KSHE IPB dengan tema “Pandangan Kritis Kampus terhadap Spesies Dilindungi: Status Perlindungan Spesies Berbasis Dinamika Populasi di Tingkat Tapak”. Materi berikutnya terkait ‘Status Kelangkaan Spesies Burung dan Implikasinya terhadap Upaya Perlindungannya” yang disampaikan oleh Ria Saryanthi, M. Sc dari Conservation Partnership Adviser, Burung Indonesia. Pada sesi terakhir, Drs. Toni Sumampauw selaku Direktur Taman Safari Indonesia, mengisi sesi ini dengan materi berjudul “Peran Konservasi Ex-Situ terhadap Penyelamatan Spesies Langka dan Terancam Punah”.